Senin, 30 September 2013

Sejarah Perkembangan Etika Profesi Akuntansi



Sejarah Perkembangan Etika Profesi Akuntansi
Pengertian Etika
Menurut para ahli etika tidak lain adalah aturan perilaku, adat pergaulan manusia dalam pergaulan antar sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.
Kata Etika sendiri berasal dari kata ETHOS dari bangsa Yunani yang memiliki arti nilai – nilai, norma – norma, kaidah dan ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang didefinisikan oleh bebrapa ahli sebagai berikut :
Drs. O.P Simorangkir
Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik
Drs. Sidi. Gajalba dan Sistematika filsafat
Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal
Drs. H. Burhanudin Salam
Cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.
Pengertian Profesi
Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang bekerja tetap sesuai. Tetapi dengan memiliki keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan belum cukup dapat dikatakan sebagai profesi, tetapi, perlu memiliki penguasaan sistematis yang mendasari praktek pelaksanaan, dan hubungan antar teori dan praktek pelaksanaan.
Kode etik profesi
Kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sangsi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum.
Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.
Perkembangan etika bisnis menurut Bertens (2000):
Situasi Dahulu Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain    menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur.
Masa Peralihan: tahun 1960-an ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan terhadap establishment (kemapanan). Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama Business and Society. Topik yang paling sering dibahas adalah corporate social responsibility.
Etika Bisnis Lahir di AS: tahun 1970-an sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di AS.
Etika Bisnis Meluas ke Eropa: tahun 1980-an di Eropa Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Terdapat forum pertemuan antara akademisi dari universitas serta sekolah bisnis yang disebut European Business Ethics Network (EBEN).
Etika Bisnis menjadi Fenomena Global: tahun 1990-an tidak terbatas lagi pada dunia Barat. Etika bisnis sudah dikembangkan di seluruh dunia. Telah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo.
Etika Profesional Profesi Akuntan Publik
Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dalam konggresnya tahun 1973, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan Indonesia, kemudian disempurnakan dalam konggres IAI tahun 1981, 1986,1994, dan terakhir tahun 1998. Etika profesional yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam kongresnya tahun 1998 diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia.
Akuntan publik adalah akuntan yang berpraktik dalam kantor akuntan publik, yang menyediakan berbagai jenis jasa yang diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik, yaitu auditing, atestasi, akuntansi dan review, dan jasa konsultansi.
Auditor independen adalah akuntan publik yang melaksanakan penugasan audit atas laporan keuangan historis yang menyediakan jasa audit atas dasar standar auditing yang tercantum dalam Standar Profesional Akuntan Publik. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dijabarkan ke dalam Etika Kompartemen Akuntan Publik untuk mengatur perilaku akuntan yang menjadi anggota IAI yang berpraktik dalam profesi akuntan publik.

Minggu, 21 Juli 2013

SOAL DAN JAWABAN TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA (BAB 8)




Nama Anggota : Riggo (2A212088) ; Dyah Kurnianingtyas (2A212036) ; Syahreza Marasutan Pohan () ; Andriwan  (2A211478) ; Putra () – Kelas: 1EB16 – Tugas Perekonomian Indonesia #
 

SOAL DAN JAWABAN TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA
(BAB 8 Masalah-masalah Pokok Perekonomian Indonesia)
1.    Pengangguran jenis apakah yang secara fisik dan sepintas tidak kelihatan , namun secara ekonomi dengan di buktikan bahwa seseorang tersebut sesungguhnya menganggur adalah :
a.    Penggangguran musiman                               c. Penggangguran Friksionil
b.    Pengangguran tidak kentara                        d. Penggangguran Siklikal

2.    Jika di lihat besar kecilnya inflasi yang muncul , jika inflasi berkisar 30% s/d  100% adalah :
a.    Inflasi berat                                                     c. Inflasi sedang
b.    Inflasi ringan                                                     d. Hyperinflasi

3.    Di Indonesia sendiri pemerintah berupaya mengatasi penggangguran, manakah langkah yang paling mendasar  kebijakan peperintah dalam mengatasi penggangguran :
a.    Pendidikan sumber daya                       c. Mengendalikan pertumbuhan penduduk
b.    Ekspor jasa ke luar negeri                     d. membuka lapangan kerja di daerah-daerah
4.   Dibawah ini adalah jenis-jenis pengangguran, kecuali :
A. Pengangguran Friksionil 
B. Pengangguran Struktural
C. Pengangguran Teknologi
D. Pengangguran Tahunan

5.   Pengangguran yang terjadinya dipengaruhi oleh musim disebut juga sebagai ?

A. Pengangguran Musiman
B. Pengangguran Teknologi
C. Pengangguran Struktural
D. Pengangguran Friksionil

6.    Yang dimaksut dengan pengangguran teknologi ?
a.    Pengangguran yang terjadi karena seseorang memilih mengganggur sambil menunggu pekerjaan yang lebih vbaik, yang memberikan fasilitas dan keadaan yang lebih baik.
b.    Pengangguran yang terjadi karena seseorang diberhentikan oleh perusahaan, karena kondisi perusahaan yang sedang mengalami kemunduran usah, sehingga terpaksa mengurangi tenaga kerja.
c.    Pengukuran yang terjadi karena terjadinya pengurangan tenaga kerja yang secara menyeluruh dikarenakan kemunduran dan resesi ekonomi.
d.    Pengangguran yang terjadi karena mulai digunakannnya teknologi ynag menggantikan tenaga manusia.



7.    Pengertian  Dependecy ratio adalah ?
a.    Menggambarkan seberapa besar secara ekonomi yang sebenarnya ditanggung oleh penduduk usia kerja terhadap penduduk  di luar usia kera.
b.    Rasio yang mengukur seberapa besar dari penduduk yang berada dalam usia kerja yang benar-benar merupakan angkatan kerja.
c.    Pengangguran yang secara fisik dan sepintas tidak kelihatan.
d.    Pengangguran yang terjadinya dipengaruhi oleh musim.

8.    Banyak Ahli Ekonomi mengulas dan membagi inflasi menjadi beberapa sudut pandang. Jika dilihat dari parah tidaknya atau besar kecilnya inflasi yang muncul. Inflasi sedang merupakan inflasi dengan kisaran range ?
a.    0 – 10 %
b.    10 – 30 %
c.    30 – 100 %
d.    > 100%

9.    Naiknya harga suatu barang biasanya dikarenakan naiknya upah tenaga kerja, naiknya harga bahan baku dan penolong, dan lain-lainya yang berhubungan dengan kegiatan produksi.  Penjelasan di atas menggambarkan ciri-ciri inflasi yang terjadi karena ?
a.    Naiknya permintaan
b.    Naiknya biaya produksi
c.    Kejadian dalam negeri
d.    Kejadian dalam luar negeri

10.  Dibawah ini yang termasuk rasio-rasio yang berkaitan dengan pengangguran adalah ?
a.    Dependency Rasio
b.    Tingkat Partispasi Angkatan Kerja
c.    a dan b salah
d.    a dan b benar

Senin, 06 Mei 2013

Tugas Kelompok Perekonomian Indonesia - meriview jurnal



TUGAS TEORI AKUNTANSI

“SUMMARY DARI REVIEW JURNAL BAHASA INGGRIS”
‘Tema : Faktor-faktor yang Mempengaruhi Strategi Pembangunan Ekonomi’


Disusun Oleh :

1.         Andriwan, 2A211478
2.         Dwi Saputra, 2A211548
3.         Dyah Kurnianingtyas, 2A212036
4.         Riggo, 2A212088
5.         Syahreza Marasutan Pohan, 2A211480

Kelas : 1EB16

Fakultas Ekonomi
Jurusan Akuntansi
Universitas Gunadarma
Depok 2013





Summary dari Jurnal “DEVELOPMENT STRATEGIES FOR THE NEXT CENTURY”

1.    Tujuan Penelitian :
Memberikan pandangan baru dalam beberapa kebijakan pembangunan perekonomian dunia, yang pemahaman lebih baik saling melengkapi  antara pasar dan negara  dari kebijakan ekonomi campuran, dengan menghadirkan suatu kerangka kerja konseptual untuk menganalisis "dalam" faktor-faktor penentu pertumbuhan ekonomi.

2.    Manfaat Penelitian :
Pemerintah belajar cara menaklukan dan membuat lebih ekonomi produktif dengan menyediakan dasar kelembagaan ekonomi pasar mandiri : bank sentral,menstabilkan kebijakan fiskal, dan regulasi antitrust, asuransi sosial, demokrasi politik. bahwa dengan elemen-elemen dari ekonomi campuran yang akan mengambil hasil sebagai negara industri maju.

3.    Metodologi Penelitian :
Berfokus pada lembaga, dan melakukan analisis yang lebih rinci mengenai lembaga market  supporting dimana lima fungsi lembaga publik harus melayani untuk pasar agar bekerja secara memadai: perlindungan hak milik, regulasi pasar, stabilisasi makroekonomi,
asuransi sosial, dan manajemen konflik.

4.    Kesimpulan Penelitian :
Bahwa di abad kedua puluh ini  adalah pembangunan yang sukses membutuhkan pasar
yang didukung oleh lembaga-lembaga publik yang solid. Saat ini  negara-industri maju Amerika, negara-negara Eropa Barat  dan Jepang berutang keberhasilan mereka untuk berevolusi sendiri model yang bisa diterapkan spesifik ekonomi campuran. Sementara masyarakat ini sama dalam penekanan mereka menempatkan pada milik pribadi, dukungan, dan aturan hukum, mereka berbeda dalam banyak wilayah lainnya seperti halnya  praktek mereka di bidang hubungan pasar dan tenaga kerja, asuransi sosial, perusahaan pemerintahan, regulasi produk pasar, dan perpajakan yang berbeda secara substansial. Dan ekonomi pasar bergantung pada berbagai macam lembaga non pasar
 yang melakukan regulasi, stabilisasi, dan melegitimasi fungsi.
Lebih ditekankan lagi
pada institusi
yang sangat terbuka. Namun, perlu diingat bahwa
dasar kelembagaan untuk ekonomi pasar tidak ditentukan secara unik
, tidak ada pemetaan tunggal antara pasar yang berfungsi dengan baik dan lembaga non-pasar diperlukan untuk mempertahankannya.



Summary dari Jurnal “The Quality Education in Developing Countries Initiative Grantmaking Strategy”


1.Tujuan
Penelitian

Meningkatkan hasil pembelajaran dengan lebih memfokuskan murid untuk lancar membaca, berhitung dan mampu berfikir kritis di tiga tingkat pertama sekolah.


2. Manfaat Penelitian

Masyarakat dan pemerintah akan tahu apakah atau tidak anak-anak di negara mereka dapat membaca dan melakukan matematika dasar dan akan dapat melacak kemajuan dari waktu ke waktu yang nantinya anak-anak yang cerdas tersebut bisa menjadi penggalang berkembang dan bertumbuhnya ekonomi.

3. Metodologi Penelitian

Metode triangulasi sumber digunakan dalam mengelompokkan bentuk – bentuk geometri pembelajaran.


4. Kesimpulan Penelitian

Jika strategi ini berhasil, kami berharap bahwa dalam beberapa tahun ke depan pemberi hibah QEDC akan pembenihan perubahan sistemik dalam instruksi sekolah dasar di sejumlah negara. Strategi QEDC akan memiliki dana leveraged dan kebijakan dipengaruhi pemerintah, LSM, dan lembaga pembangunan untuk mendorong perubahan sistem dalam jangka panjang. Juga, model kami untuk reformasi pendidikan akan mulai menyebar ke negara-negara lain dan di antara donor lain. Dalam negara-negara target kami, guru di sekolah proyek akan dilengkapi dengan metode yang telah teruji untuk mengajar membaca dan matematika, dan akan lebih baik didukung dan didorong untuk menggunakan metode ini di kelas. Siswa menghadiri sekolah-sekolah proyek akan dapat membaca dan menghitung pada saat mereka menyelesaikan kelas tiga dan mereka akan telah terlibat dalam berpikir kritis. Akibatnya, lebih sedikit dari mereka akan putus sekolah. Lebih luas, masyarakat dan pemerintah akan tahu apakah atau tidak anak-anak di negara mereka dapat membaca dan melakukan matematika dasar dan akan dapat melacak kemajuan dari waktu ke waktu. Pemerintah, pada gilirannya, akan mulai mengambil peran yang lebih serius dalam memastikan bahwa siswa di sekolah benar-benar belajar. Tekanan meningkat bahwa donor internasional akan mengerahkan pada pemerintah untuk fokus pada hasil belajar siswa akan lebih prod mereka untuk mengambil minat dalam hasil proyek dan rencana untuk skala-up proyek yang terbukti berhasil. Pada saat yang sama 13 kali, upaya pemantauan anggaran akan membantu untuk memastikan bahwa dana yang dialokasikan benar-benar digunakan untuk tujuan yang telah ditetapkan.
Pada akhirnya, jika sistem pendidikan dapat melakukan perbaikan dalam mutu pendidikan, khususnya di kelas-kelas rendah sekolah dasar, perbaikan tersebut akan membantu untuk menjamin, penduduk usia produktif secara ekonomi melek sehat, untuk generasi mendatang. Harapan kami adalah bahwa strategi pemberian dana QEDC disajikan di sini akan mendukung beberapa negara untuk bergerak ke arah populasi berpendidikan universal yang sepenuhnya dapat berpartisipasi dalam masyarakat dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan.



Summary dari Jurnal “The Effect of Local Economic Development Policy on Employment Growth in Rural Counties in the Mid-Atlantic Region”

1.         Tujuan Penelitian

Tujuan utama dari makalah ini adalah untuk menguji pengaruh ekonomi local strategi pembangunan pada pertumbuhan lapangan kerja sementara mengontrol faktor lokasi yang klasik.

2.        Metodologi Penelitian

Metode yang di gunakan adalah Penelitian Kualitatif dengan Studi Kasus

3.      Manfaat Penelitian

Diharapkan kabupaten tersebut akan positif terkait dengan pertumbuhan lapangan kerja yang akan memacu pertumbuhan ekonomi.

4.      Kesimpulan Penelitian

Faktor-faktor klasik yang secara signifikan terkait dengan pertumbuhan lapangan kerja adalah koefisien spesialisasi (COS), akses jalan raya (RD), dan proporsi penduduk dengan gelar sarjana (COLDEG). Koefisien spesialisasi (COS) termasuk dalam model untuk mengendalikan pengaruh diversifikasi industri dan pasar lokal. Hasil dari analisis regresi OLS menunjukkan bahwa ini adalah variabel yang signifikan dalam menjelaskan pekerjaan pertumbuhan dan memiliki hubungan terbalik yang diharapkan. Variabel jalan raya akses (HWY) adalah 20 termasuk dalam model untuk mengontrol pengaruh biaya transportasi dan ditemukan signifikan secara statistik. Proporsi penduduk dengan gelar sarjana (COLDEG) adalah termasuk dalam model untuk mengontrol efek dari kualitas tenaga kerja, dan juga ditemukan signifikan secara statistik.


Summary dari Jurnal “ Economics and Rapid Change : The Influence Of Population Growth”

1.    Tujuan penelitian
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melihat dampak komprehensif tentang faktor produktivitas dari sifat perusahaan dan strategi operasi mereka (termasuk diversifikasi produk, e-commerce dan internasionalisasi) untuk perusahaan-perusahaan dari LEI di Taiwan.

2.    Metode Penelitian
Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus.

3.    Manfaat penelitian
Diharapkan perusahan di Taiwan  Untuk penggunaan strategi e-commerce agar hasilnya konsisten dengan Brown dan Goolsbee dan membantu pertumbuhan ekonomi di taiwan.

4.    Kesimpulan
Hasil empiris mirip dengan Gollop bahwa pengaruh strategi diversifikasi produk pada faktor produktivitas perusahaan LEI 'tidak signifikan. Hal ini karena perusahaan LEI Taiwan memiliki biaya produksi yang lebih tinggi dibandingkan negara-negara Asia lainnya, dan jenis operasi perusahaan 'cenderung ke arah volume kecil tapi produk yang rumit dan tailor-made. Pemasok Taiwan telah diklasifikasikan dan ditempatkan oleh kelompok pengadaan asing sebagai perusahaan dengan profesional, canggih, teknologi tinggi, dan nilai tambah tinggi produk dalam rantai pasokan. Jika lini produk perusahaan LEI 'menjadi lebih rumit, berbagai biaya biaya, biaya tenaga kerja dan biaya produksi materi tersebut selanjutnya akan menghasilkan produktivitas yang lebih rendah. Oleh karena itu, perusahaan LEI Taiwan tidak bisa lagi mengandalkan pesanan harga rendah dan bervolume besar untuk menutupi biaya produksi mereka, bahkan untuk bersaing dengan negara-negara Asia tetangga lainnya. Berdasarkan hal ini, tampak bahwa strategi diversifikasi produk tidak dapat secara efektif meningkatkan produktivitas. Untuk penggunaan strategi e-commerce, hasilnya adalah konsisten dengan Brown dan Goolsbee. Perusahaan LEI Taiwan tampaknya hanya cocok untuk menangani informasi, hanya B2B komunikasi, pengiriman surat, personil internal, produksi dan manajemen material dengan menggunakan perangkat lunak computer paket. Adapun penerapan lebih lanjut dari teknologi komputer tingkat tinggi seperti pemesanan B2B, pembayaran dan penggunaan e-commerce lain yang tidak cocok, mungkin berbahaya bagi produktivitas perusahaan LEI '. Hal ini karena ada perbandingan kecil batin-permintaan di pasar domestik LEI Taiwan. Seperti untuk ekspor, menghadapi perubahan yang cepat dalam lingkungan investasi secara keseluruhan, ketidakmampuan dari rantai pasokan, meningkatnya biaya bahan dan tenaga kerja, dan pembatasan lainnya, ekologi industri menjadi lebih konservatif dan daya saing eksternal LEI seluruh industri yang diturunkan cepat. Sementara perusahaan tidak bisa membuat terobosan untuk berkembang menjadi perusahaan besar, perintah sebagian besar kecil atau sangat kecil kuantitas dan jumlah dengan varietas yang lebih dalam desain, dengan demikian strategi e-commerce tidak dapat secara efektif dikembangkan dan aplikasi. Akibatnya, penggunaan e-commerce untuk B2B tidak bisa lagi membantu perusahaan meningkatkan pendapatan operasional, bukan hanya meningkatkan biaya personel dan peralatan, dan akhirnya menghasilkan efek negatif pada produktivitas perusahaan. Mengenai efek internasionalisasi terhadap produktivitas, hasil ini juga konsisten dengan Farnandes  di mana perusahaan LEI Taiwan harus secara aktif fokus pada strategi internasionalisasi. Hal ini juga menyiratkan bahwa LEI Taiwan akan mewarisi pengalaman berorientasi ekspor masa lalu untuk memperluas kompetisi global dan kedalaman internasionalisasi perusahaan LEI akan terus meningkat.




     Summary dari Jurnal “ The Impact of Social Factors on Economic Growth: Empirical Evidence for Romania and European Union Countries”

1.    Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan pentingnya faktor sosial pada pertumbuhan ekonomi, mengingat indikator ekonomi makro yang paling sering digunakan, yakni PDB per kapita, bukan ukuran yang paling tepat untuk kesejahteraan bangsa. PDB per kapita gagal untuk mempertimbangkan beberapa sektor tertentu dari ekonomi, seperti pasar gelap dan ekonomi abu-abu.

2.    Metodologi Penelitian

Penelitian ini merupakan studi empiris menggunakan statistik uji. Faktor sosial yang dijadikan faktor uji adalah  faktor demografi dan budaya, dalam rangka untuk menentukan pentingnya masing-masing dua kelas ketika mempelajari dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebagai contoh, struktur penduduk merupakan indikator sosial yang sangat penting, karena mempengaruhi distribusi pendapatan masyarakat. Penelitian ini menganalisis perkembangan sosial dan ekonomi di Rumania dibandingkan dengan negara-negara Uni Eropa lainnya, untuk mengidentifikasi perbedaan utama dan sumber kesenjangan.

3.    Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mempertahankan pembangunan manusia (yang diukur dengan Indikator Pembangunan Manusia, yang dirujuk sebagai "IPM"), dengan mempertimbangkan manfaat ekonomi yang timbul dalam jangka panjang. Disamping itu, manfaat dari penelitian ini adalah  untuk menghilangkan hambatan untuk standar hidup yang layak, sumber daya luar dan dukungan yang diperlukan bagi negara-negara miskin. Serta pembaca bisa mnegetahui faktor sosial apa saja yang memberikan pengaruh atas pertumbuhan atau pembangunan ekonomi di Romania dan Kota Uni Eropa

4.    Kesimpulan

Analisis hubungan antara faktor-faktor sosial dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan dampak pembangunan manusia pada perkembangan ekonomi, baik melalui mekanisme langsung dan tidak langsung. Seperti hasil uji yang dilakukan, faktor budaya dan demografis memiliki pengaruh tertentu pada perekonomian. Lebih khusus, budaya mendefinisikan preferensi cara penduduk mengambil keputusan, persepsi atas hidup dan perspektif untuk masa depan. Di sisi lain, faktor demografi juga penting karena struktur penduduk dan kapasitas kerja juga memberikan kontribusi terhadap PDB.

Dalam hal analisis lingkungan sosial dan ekonomi di Rumania, penelitian mengidentifikasi bahwa kesulitan utama terkait dengan fakta bahwa negara tersebut merupakan salah satu IPM Indikator yang terendah dan peningkatan yang sangat kecil dalam tingkat dari PDB setelah kejadian dari tahun 1989.

Hasil analisis ekonometrik dilakukan untuk negara-negara Uni Eropa menunjukkan faktor-faktor yang berkorelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi (yaitu tahun diharapkan sekolah dan harapan hidup) dan masing-masing faktor-faktor yang berkorelasi negatif dengan pertumbuhan ekonomi (yaitu populasi yang berisiko kemiskinan dan tingkat pengangguran). Selanjutnya, mengingat pendekatan jangka panjang, pembangunan sosial dan peningkatan taraf hidup dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Di sisi lain, analisis clustering dan penyajian evolusi global lingkungan sosial dan ekonomi juga telah menetapkan hubungan yang kuat antara pembangunan manusia dalam suatu negara dan pembangunan ekonomi. Selain itu, korelasi antara faktor-faktor mengukur kesehatan sosial dan pertumbuhan ekonomi harus dilengkapi dengan analisis faktor kompleks lainnya (misalnya keuangan, politik dan legislatif) dan juga harus bermanfaat untuk masing-masing negara.